Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

  

Lazismu pada hari Sabtu sore, 12 Meli 2018, kembali menggelar kegiatan kepedulian dengan menyapa warga lansia dan anak yatim dhuafa dalam Bakti Sosial di 3 Desa di Kabupaten Bojonegoro, yakni Trucuk, Sumberejo dan Ngrandu-Kedungadem. Kehadiran Lazismu di ketiga desa tersebut merupakan rangkaian kegiatan sosial dalam rangka pengembangan dakwah kepada masyarakat luas.

Sebanyak 100 paket sembako plus alat ibadah dan Kornet-Rendangmu (produk Lazismu Jatim) dibagikan kepada kaum dhuafa, terutama warga lanjut usia dan anak-anak yatim-piatu di ketiga desa itu. Penyerahan paket santunan tersebut dilakukan di halaman Masjid al-Ghonim Trucuk, Musholla MI Muhammadiyah Ngrandu dan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah di Sumberejo.

Khoirul Anam, Ketua Lazismu Bojonegoro menyatakan bahwa Baksos ini merupakan kegiatan rutin Lazismu di berbagai kawasan di kabupaten Bojonegoro yang dilakukan sejak setahun lalu. Untuk kali ini Baksos didukung oleh Lazismu Jawa Timur dengan produk hasil qurban berupa kornetmu dan rendangmu.

Menurut pengusaha ternak ayam tersebut, Lazismu Bojonegoro senantiasa mengadakan kegiatan dakwah sosial mengunjungi desa-desa di daerah yang dibelah oleh sungai Bengawan Solo itu. Selain menyuarakan pesan-pesan agama Lazismu memberikan santunan baik berupa sembako, peralatan sholat, dan lainnya.

Selain itu Khoirul Anam juga mensosialisasikan kepada masyarakat luas bahwa Lazismu telah memiliki layanan sosial berupa Ambulan, baik untuk pasien maupun jenazah, yang dapat dimanfaatkan secara gratis bagi warga tidak mampu atau berinfaq seikhlasnya bagi yang mampu.

Drh. Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jawa Timur yang menyertai kegiatanBaksos sangat mengapresiasi kiprah Lazismu Bojonegoro dalam hal menghimpun dana ZISKA dari ummat dan warga Muhammadiyah. Menurutnya hasil penghimpunan ZISKA Lazismu Bojonegoro tahun 2017 sebesar Rp. 1,8 Milyar adalah kerja sinergis yang saling mendukung bersama jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Tahun sebelumnya (2016) raihan ZISKA Lazismu Bojonegoro hanya sebesar Rp. 350 juta yang berarti mengalami peningkatan 5 kali lipat lebih setelah dikelola secara fokus dan profesional dengan layanan yang baik dan penuh kepedulian.

Dengan dana perolehan tersebut Lazismu di Bojonegoro dapat meningkatkan pelayanan kepada ummat melalui berbagai program seperti beasiswa, santunan sosial, pemberdayaan masyarakat dan layanan ambulance gratis. Hal itu dapat ditingkatkan lagi pada tahun-tahun mendatang, harap Zainul.

Sementara itu Suwito, Ketua PDM Kabupaten Bojonegoro merasa sangat terbantukan dalam hal kegiatan dakwah di masyarakat dengan kehadiran Lazismu ini. Ia berharap agar Lazismu dapat memacu diri lagi agar semakin dipercaya oleh ummat dan mampu menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat. Oleh karena itu ia berpesan agar para Amil mengedepankan kejujuran, amanah dan akhlaq mulia dalam memberikan pelayanan, baik kepada Muzaki maupun Mustahik. (Adit).

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *