Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Diberi usia lebih merupakan karunia Allah SWT agar manusia semakin mensyukuri hidup. Namun hidup sebatang kara di usia lanjut dalam kondisi tak berdaya adalah merupakan satu persoalan tersendiri. Seberapa berat persoalan itu tentu harus menjadi perhatian bagi kita.

Itulah yang dialami oleh salah satu wanita lanjut usia di ujung pulau garam Madura. Adalah seorang nenek bernama Maimunah berusia sekitar 90 tahun. Menurut keterangan tetangganya bernama Karamil, perempuan yang hidup tanpa anak dan suami itu mengalami sakit sejak 10 tahun terakhir. Ia lumpuh selama 3 tahun terakhir.

Maimunah merupakan sosok perempuan yang teguh pendirian. Ia tidak mau bergantung sama orang lain meski keadaannya sudah renta dan sepuh. Dulu ia tipe perempuan pekerja keras.

Sejak lumpuh, keseharian Maimunah hanya dihabiskan dalam bilik kamarnya yang sempit dan kumuh. Ia tidak bisa berjalan kemana-mana. Bahkan untuk buang hajat dia lakukan di atas ranjang reyot yang tidak lain merupakan tempat tidurnya.

“Kalau untuk makan sehari-harinya dari tetangga yang biasa menjenguk ibu Maimunah,” kata Karamil tetangganya

Mendengar kabar keberadaan nenek Maimunah yang sebatang kara itu, Lembaga Amil Zakat infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Sumenep langsung mengunjunginya dengan memberikan santunan berupa uang dan sembako.

Rombongan Lazismu Sumenep berkunjung ke rumah nenek Maimunah yang beralamat di Desa Pajagalan Jl Asoka Sumenep, pada Senin, 9 Maret 2020.

“Bantuan yang tidak seberapa ini semoga bisa mengetuk hati masyarakat Sumenep, terutama pemerintah agar lebih memperhatikan keberadaan lansia dan fakir miskin,” ujar pengurus Lazismu Sumenep, Abdul Mannan. (M)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *