Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

“Ya saya sadar bahwa hidup ini ujian. Karena itu meski terasa berat, kami berusaha untuk terus bersabar menghadapi ujian ini,” demikianlah pernyataan Pak Pras, penderita stroke selama sepuluh tahun, ketika menerima kedatangan Lazismu Surabaya, Jumat 15/02/2019 di rumah petaknya Jl Ketintang Baru VI/14 Surabaya.

Didampingi istrinya, Sri Widari (55 tahun) dan putri ketiganya (25 tahun) yang menderita cacat raga (difable), Pak Pras, panggilan akrab Prasetyo, yang sehari-hari masih terus bekerja sebagai pemulung bersama putrinya selalu berikhtiar untuk tegar.

“Pasti Alloh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Ujian ini pasti ada hikmahnya. Karena itu saya selalu bersyukur. Apalagi istri saya selalu menyemangati saya untuk terus sabar dan bersyukur” ujarnya mantab. Perkataan pak Pras seakan mengingatkan kita semua, betapa banyak memang orang yang merasa kurang cukup dengan berbagai nikmat hidup seperti keluarga sehat, harta melimpah dan berbagai kenikmatan lainnya.

“Terima kasih ya Ustadz Lazismu yang telah membantu kami. Semoga selalu diberkahi dan dirahmati Alloh keluarga sampean nggih. Semoga Lazismu terus berbagi dengan penuh amanah kepada para fakir-miskin yang memang harus selalu dibantu. Doakan kami agar bisa istiqomah beribadah semampu kami. Alhamdulillah.”

“Semoga pak Pras tetap sabar dan tawakal, banyak beribadah dan berdoa, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan kepada bapak beserta sekeluarga. Aamiin” kata Abdul Hakim Wakil Ketua Lazismu kota Surabaya sebelum berpamitan. (Lazismu-Sby).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *