Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur yang didukung penuh oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) berpartisipasi mengikuti kegiatan Aksi yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yaitu Semarak Ekspedisi DESTANA (Desa Tangguh Bencana) TSUNAMI di kawasan selatan provinsi Jawa Timur.

Menurut M. Rofi’i Ketua MDMC Jatim, kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 12 hingga 23 Juli 2019, di desa-desa yang menjadi sasaran mulai dari Banyuwangi, Jember, Lumajang,Malang, Blitar, Tulungagung Trenggalek dan Pacitan. MDMC Jatim. Selain BNPB Pusat dan lembaga relawan kebencanaan nasional juga melibatkan BPBD provinsi dan kabupaten serta semua pihak terkait di daerah yang menjadi rute aksi.

Kegiatan yang merupakan program nasional BNPB ini bertujuan untuk menginformasikan potensi ancaman gempa bumi dan tsunami kepada aparat dan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.(Tsunami) di Selatan pulau Jawa. Selain itu BNPB dan lembaga relawan kebencanaan yang turut serta juga melakukan identifikasi awal ketangguhan desa rawan Tsunami. Namun yang paling penting adalah melakukan sosialisasi kesiapsiagaan kepada masyarakat, termasuk penanaman vegetasi pelindung pantai.

Target spesifik dari aksi tersebut adalah desa atau kelurahan yang berada di daerah rawan Tsunami di kawasan Selatan pulau Jawa yakni sebanyak 584 desa termasuk 300 sekolah.

Aktifitas selama Aksi Semarak Desatan adalah penguatan aparatur desa terkait kesiapsiagaan bencana, relawan goes to school, penilaian ketangguhan desa, penanaman vegetasi pelindung pantai dan penempatan papan informasi bencana, api unggun dan panggung ekspedisi.

MDMC Jatim mengikutsertakan Ketuanya M. Rofii dan Relawan Senior Priyo A. Sancoyo. Ikut serta pula Ketua MDMC Pusat Budi Setiawan dalam aksi tersebut. Selain itu MDMC Jatim juga melibatkan para Relawan MDMC daerah yang dilewati Aksi Destana itu.

Rofi’i berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan aparat serta semua pihak akan bencana Tsunami yang berpotensi terjadi di Jawa Timur. Setelah Jawa Timur BNPB juga akan melanjutkan kegiatan serupa di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten hingga 17 Agustus 2019 mendatang. (adit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *