Pelatihan Membuat Keset Dalam Rangka Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Surabaya

Media sosial

Peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat tidak selalu dengan gelontoran dana dan berbagai bantuan. Upaya pemberdayaan dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas SDM terutama kapasitas dalam bidang usaha ekonomi mikro.

Berkaitan dengan itu Lazismu Surabaya berkesempatan melaksanakan Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi berupa ketrampilan Pembuatan Keset dengan bahan-bahan yang mudah didapat bagi warga binaan. Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 30 orang. Pelatihan yang dilaksanakan di pada hari Sabtu, 19 Agustus 2017 mulai pukul 14.00 s.d 17.30 WIB bertempat di Aula SD Muhammadiyah 11 Dupak, Krembangan, Surabaya.

Menurut Sunarko, MSi, Ketua Lazismu Surabaya, latar belakang diadakannya Pelatihan ini karena masih banyaknya pengangguran di Kota Pahlawan dan juga masih ada sebagian orang yang bekerja dengan penghasilan kurang atau di bawah UMK. Hal itu membuat Lazismu Kota Surabaya tergerak untuk membantu mengatasi problem tersebut.

Sunarko menambahkan, Pelatihan pemberdayaan ekonomi juga dalam rangka pentasarufan dana Zakat bagi dhuafa yang tidak saja bersifat konsumtif tapi juga bersifat pemberdayaan. Adapun tujuan pelatihan ini adalah peserta memiliki kemampuan dan terampil secara mandiri dalam membuat kerajinan sehingga membuka peluang usaha dirumah masing-masing guna menambah pemasukan dan penghasilan.

Dalam pelatihan ini Lazismu mendatangkan 2 orang instruktur yaitu Supardi dan Wiwit Manfaati dari CV. Rizqan Mufidah yang berlokasi di Kebraon Indah Permai C/46 Surabaya. Mereka adalah UMKM yang berpengalaman dalam bidang usaha Handycraft / Pengrajin Eceng gondok yang berprestasi dalam berbagai kejuaraan, antara lain : Juara 1 Pahlawan Ekonomi 2011, Best of the Best 2014, Juara 3 Best Vulunteer Kampung Digital 2017 Nasional di Denpasar Bali. Selain itu mereka juga sebagai Narasumber Pelatihan di berbagai Dinas Surabaya dan Jatim, serta Ketua UMKM Kecamatan Ksrangpilang Surabaya.

Selama pelatihan seluruh peserta sangat antusias mengikuti mulai dari pemaparan usaha keset hingga praktik. Agar lebih efektif ketika melaksanakan praktik peserta dibagi menjadi 2 kelompok dengan tugas membuat keset sesuai dengan spesifikasi yang diminta oleh instruktur. Setiap peserta mendapatkan 1 paket bahan yang akan dibuat keset. Hasilnya, ada beberapa peserta yang sudah mampu membuat keset. Namun sebagian besar lainnya masih perlu untuk ditingkatkan.

Pelatihan singkat cara membuat keset itu ternyata membuat beberapa peserta terinspirasi akan mendirikan usaha pembuatan keset di rumah. Bahkan mereka meminta agar kegiatan pelatihan ini diulang kembali agar mereka lebih mahir dalam membuat keset.(Narko/Adit).

 

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?