Pendampingan 33 Kepala Keluarga Desa Terpencil di Sidoarjo

Media sosial

Butuh perjalanan 1 jam menggunakan perahu untuk menunju Desa Pucu’an, Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Desa Pucuan diampit sungai dan tambak, sejauh mata memandang terlihat air.

Sepanjang perjalanan menuju desa pucuan burung pencari ikan juga tampak berterbangan di pinggir sungai. Tidak hanya itu, di sepanjang pinggir sungai terlihat nelayan yang sedang mencari kepiting, belut. Mereka menambatkan perahunya di pohon di pinggir sungai.

Menyusuri sungai yang kecil memanjang dan dipenuhi pepohan mangrove bak menembus belantara hutan mini. Melihat ujung sungai, tampak seperti sudut lancit yang mengecil. Tak pelak, perjalanan air ini memberikan kesan tersendiri. Percik air yang terdengar dari kanan dan kiri ketek seolah memberikan musik yang indah. Kumpulan enceng gondok yang lalu-lalang tak pernah habis-habisnya.

Sebetulnya selain transportasi perahu bisa menggunakan sepeda motor. Tapi, harus melalui jalan di sekitar tambak yang licin dan sempit. Karena itu, tak banyak warga yang berani. Sebab, sudah banyak yang pulang basah kuyup akibat tercebur.

Meski letaknya dekat dengan jantung kota Sidoarjo, namun kondisinya yang sulit ditempuh transportasi sehingga menjadi desa terisolir.

Desa Pucuan salah satu desa terpencil di kota Sidoarjo, yang di huni 33 KK, dengan mata pencaharian nelayan dan buruh tambak. Rumah penduduk Pucuan tergolong sangat sederhana. Rata-rata ukuran rumahnya 7 x 5 meter. Desa binaan Lazismu ini, Alhamdulillah 6 bulan yang lalu telah menikmati aliran listrik dengan daya 1300 watt dari PLN. Dengan TDL (Tarif Dasar Listrik) non subsidi. Warga desa Pucuan sebetulnya sebagai penerima subsidi listrik 900 VA. Dengan bantuan team Lazismu, warga pucuan mendapat pendampingan untuk memperoleh listrik bersubsidi.

Dengan pendampingan team Lazismu formulir pengaduan kepesertaan subsidi listrik dari 33 KK desa Pucuan sudah diajukan ke pihak pemerintah, semoga segera diproses agar segera menikmati subsidi listrik, sehingga tidak semakin memberatkan ekonomi warga Pucuan yang berpenghasilan pas pas an sebagai nelayan dan buruh tambak. (yekti pitoyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?