Perhatian Untuk Pak Pa’i di Kota Probolinggo, Walau Hidup Serba Kekurangan Ia Tak Mau Meminta-minta

Media sosial


Dalam suasana kegembiraan Hari Raya Idul Fitri ini masih ada Saudara kita yang membutuhkan bantuan dan pendampingan. Beny, Ketua Lazismu kota Probolinggo dihubungi via WA oleh pak Leo, sahabatnya, bahwa ada seorang warga dhuafa yang bernama Syafii yang kondisinya sangat memprihatinkan sekali. Tampaknya ia butuh segera pertolongan dari kita semua. Terlebih ia seorang Muslim yang luar biasa dalam memegang teguh prinsip ibadahnya.

Segera saja Beny, Ketua Lazismu kota Probolinggo bersama dengan tim mengunjungi rumahnya pada hari kedua Idul Fitri. Tak begitu sulit menemukan rumahnya, tentu juga berkat petunjuk pak Leo.

Panggilan akrabnya adalah Pak Pa’i, beralamat di Sumbertaman Gang Tempe, selatan Gang Mangun. Ia hidup tanpa pekerjaan, sebatang kara, dan belum menikah, sehingga tidak punya keluarga. Usia pak Pa’i sekitar 74 tahun. Tubuhnya kurus kerempeng, saat ini kondisinya sakit, jalan pun memakai bantuan tongkat.

Untuk makan tak pasti karena tidak punya penghasilan. Kondisi rumah sangat tidak layak. Walau kondisinya seperti itu, ia tidak mau meminta-minta. Ia lebih senang menukarkan barang-barang yang dimilikinya dengan uang, buah pisang dari kebun dibarter uang atau sembako dan lain-lain

Bahkan ia pernah membawa baju bekas untuk ditukar uang 7 ribu rupiah saja. Diberi 20 ribu ia malah dan hanya menerima yang 7 ribu saja sesuai permintaannya. Sungguh akhlak yang luar biasa menurut kebanyakan kita. Walau dalam kondisi kekurangan seperti itu, ia tidak mau merepotkan dan minta dikasihani.

Ketika waktu Sholat tiba ia segera bergegas Masjid yang ada di Drebeng. Ia juga sering menggantikan Khutbah Jumat ketika Khotib utama berhalangan datang. Pak Pa’i pun hapal banyak ayat al-Qur’an dan hadits.

 

Seorang diri Pak Pa’i hidup dalam kesepian dan kesendiriananya di tengah-tengah mayoritas warga yang mempunyai pandangan keIslaman yang berbeda dengannya. Namun demikian para tetangganya masih punya kepedulian terhadapnya dengan memberi bantuan sekedarnya. Akan tetapi kepedulian itu terasa belum cukup, karena Pak Pa’i sedang membutuhkan lebih dari itu.

Pak Pa’i dikenal sebagai seorang pegiat agama Islam atau fisabilillah yang memegang teguh erat prinsipnya dalam menegakkan kebenaran Islam. Ia juga dikenal sebagai warga Muhammadiyah. Saat ini ia mencari seseorang yang tepat untuk diserahi tanahnya untuk diwakafkan. Tanahnya cukup luas yaitu sekitar 700 meter persegi.

Selain memberikan bantuan sembako dan uang, yang akan dilakukan Lazismu kota Probolinggo adalah melakukan pendampingan dan bantuan renovasi rumah agar membuat pak Pa’i nyaman bertempat tinggal dan semakin tekun dalam beribadah. Semoga pak Pa’i selalu diberi kesabaran dan kekuatan memegang prinsip hidupnya. (Bn/adit).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?