Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

  

Program bersama Lazismu, MPKU dan MLHPB / MDMC PWM Jatim dalam merehab asrama putera Pondok Pesantren al-Ikhlas Muhammadiyah Bima hampir selesai pengerjaannya. Asrama Ponpes yang termasuk dalam area kompleks Perguruan Muhammadiyah Bima itu memang terdampak bencana banjir bandang (Januari 2017) paling parah dibanding bangunan lainnya.

Priyo Sancoyo selaku pimpro mengatakan bahwa proses rehab asrama diawali dengan assesment bencana dan pendesainan bangunan. Setelah itu pada tanggal 1 Maret 2017 dimulailah pengerjaan rehab asarama ponpes tersebut dengan menelan dana Rp. 384 juta. Pengerjaan meliputi peninggian bangunan, penggantian plafon-atap, pembuatan dapur, kamar mandi dan lain-lain hingga layak untuk digunakan oleh para santri. Untuk satu lokal asrama putera ini ditarget pada akhir April 2017 telah rampung dan diresmikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

 

Asrama yang telah direhab itu akan dihuni sekitar 100 santri putera yang juga siswa perguruan Muhammadiyah Bima. Selama rehab berlangsung tempat mereka menginap dipindahkan sementara di pendopo, ruangan samping masjid dan sebagian lokal kelas sekolah.
Menurut rencana setelah rehab asrama putera juga akan dilakukan rehab terhadap Masjid Ponpes pada awal Mei 2017 dan asrama Puteri setelah bulan ramadhan (Agustus 2017). Dana rehab ini diperoleh dari hasil penggalangan bantuan bencana banjir bandang Bima beberapa waktu yang lalu yang berasal dari donatur, Kantor Daerah Lazismu, AUM Sekolah Muhammadiyah dan Jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah se-Jatim. Sebagian dana bantuan itu juga dipergunakan untuk merevitalisasi RS PKU Muhammadiyah Bima yang sempat lumpuh akibat banjir bandang. (Adit).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *