Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Muhammadiyah, sebagai organisasi yang tumbuh dari bawah, memiliki ciri otentik sebagai gerakan filantropi. Sejak berdirinya, dalam membangun organisasi dan berbagai amal usaha yang dimiliki, Muhammadiyah tidak pernah lepas dari kegiatan Filantropi. Maka Filantropi bagi Muhammadiyah telah menjadi kultur yang turun temurun antar generasi.

Dengan telah berlakunya Undang-undang Zakat nomor 23 tahun 2011, Peraturan Pemerintah nomor 14 tahun 2014, dan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 333 tahun 2015. LAZISMU sebagai lembaga amil zakat nasional yang dikukuhkan melalui SK Menteri Agama Republik Indonesia nomor 730 tahun 2016, harus menyesuaikan terhadap regulasi yang ada dengan merapikan dan menata kembali organisasi LAZISMU menjadi satu kesatuan lembaga yang terintegrasi dengan tetap mengakomodir kultur yang telah berjalan di lingkungan Persyarikatan.
Merespon regulasi dan kultur tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menerbitkan Surat Instruksi nomor 259/INS/I.0/A/2016 tentang pendirian dan pengelolaan LAZISMU pada Struktur dan Amal Usaha Muhammadiyah di semua tingkatan, serta penerbitan Pedoman tentang LAZISMU, nomor 01/PED/I.0/B/2017 yang disahkan pada tanggal 20 Februari 2017, bertujuan untuk integrasi, konsolidasi dan penyeragaman LAZISMU secara nasional.

Sustainable Development Goals (SDG’s) adalah 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dengan 169 capaian terukur yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi.

Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional, Lazismu turut mendukung pencapaian SDG’s melalui pengembangan berbagai program pendayagunaan. Oleh karena itu Lazismu menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), akan dilaksanakan pada hari Jumat – Ahad, tanggal 03 – 05 November 2017. Tujuan diadakannya Rakornas adalah untuk mengintegrasikan Lazismu secara nasional, melakukan standarisasi kelembagaan dan membangun sinergi dan kemitraan program.

Rakornas Lazismu akan dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan dihadiri oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, Prof. Din Syamsuddin (Mantan Ketua Umum PP. Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Tohari (Ketua PP. Muhammadiyah), Bambang Sudibyo (Ketua Baznas) M. Fuad Nasar (Direktur Jenderal Zakat Kemenag RI) dan diikuti oleh seluruh Lazismu Perwakilan Wilayah di Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *