Ramadhan Saat Tepat Berbagi Kasih Kepada Kaum Dhuafa di Kota Probolinggo

Media sosial

Persoalan kehidupan berupa kemiskinan yang dialami oleh masyarakat saat ini seringkali memunculkan banyak kaum dhuafa’ dan mustadh’afin baru. Banyak sekali kita jumpai orang miskin, fakir, perempuan terlantar, orang yang terlilit hutang, anak yatim, dan lain-lain.

Sesungguhnya Islam yang memiliki konsep “Ideologi Pembebasan” yang sejatinya adalah agama yang ingin membela kaum-kaum yang lemah dan dilemahkan tersebut. Hal ini sesuai dengan ajaran agama Islam yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW, baik dalam Al-Qur’an maupun hadist. Rasulullah dalam banyak hadist, ketika semasa hidupnya begitu dekat dengan kaum dhu’afa dam kaum mustadh’afin. Nabi Saw lebih memilih hidup seperti kaum dhu’afa, yaitu hidup sederhana.

Orang-orang yang memperoleh kelebihan dan kelapangan dari Allah SWT, sudah semestinya bersyukur dan mengeluarkan sebagian hartanya untuk meringankan beban hidup kaum dhuafa. Demikian pula dengan kaum aghniya’ (orang kaya) berkewajiban untuk memberi bantuan dan pertolongan kepada kaum dhuafa yang ada dalam lingkungan sekitarnya.

Mak Sit (42) itulah sapaan akrab salah satu warga dhuafa yang menjadi binaan Lazismu Kota Probolinggo. Hidup bersama dengan suaminya yang bekerja sebagai tukang tambal ban. Untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari dengan dua orang anak, Samsul (15 tahun) dan Siti (18) tahun, Mak Sit harus menjadi buruh cuci di perumahan yang jaraknya 2 km dari rumah.

Dengan segala keterbatasan ekonomi yang dimilikinya ia bersama suami terus berjuang melawan kerasnya kehidupan. Baginya keberadaanya saat ini adalah bagian dari takdir Allah. Ia sangat memahaminya dan berharap suatu saat keterbatasan yang Mak Sit hadapi saat ini akan Allah jawab di kemudian hari dengan kesuksesan anak-anaknya kelak.

“Anak saya sudah keluar Madrasah Aliyah tahun ini. Keinginannya ingin kuliah. Saya berdoa terus dalam setiap sholat semoga diberi jalan untuk bisa kuliah” paparnya sambil menerawang jauh dan mata berkaca-kaca.

Kehadiran Lazismu Kota probolinggo seakan menjadi penjawab dari doa yang dipanjatkannya selama ini. Melalui program peduli Pendidikan, Lazismu Kota Probolinggo membangun MOU dengan STAI Muhammadiyah Probolinggo berupa pemberian beasiswa anak keluarga tidak Mampu. Pemberian beasiswa itu adalah Peniadaan Pembayaran Pengembangan Pembangunan, dan Beasiswa 50% pembayaran SPP dan lain-lain.

“STAI Muhammadiyah Probolinggo dalam setiap tahunnya memberikan beasiswa untuk Mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu untuk bisa memperoleh pendidikan S1 di prodi PAI dan Akhwal al-Syakhsiyyah. Beasiswa itu ada yang sifatnya peniadaan pembayaran maupun pengurangan pembayaran SPP setiap Bulannya. Sehingga total pembayaran sampai keseluruhan berkisar 7 juta selama 4 tahun. Dan untuk mahasiswa tidak mampu ini jumlahnya tidak kita batasi. Harapan kita keadaan ekonomi tidak dijadikan faktor kendala utama seseorang untuk mencapai cita-cita dan keinginan untuk berkuliah. Insya Allah kita akan memberikan layanan terbaik dengan bertambahnya nilai akreditasi dengan predikat B” kata Wakil Ketua I Bidang Akademik Benny Prasetiya, M.Pd.I.

Lazismu Kota Probolinggo tidak hanya menjadi perekat kepedulian sosial bagi kaum Dhuafa, namun terus berupaya memberikan kesempatan pendidikan kepada mereka yang membutuhkan karena keterbatasan ekonomi, baik itu tingkat dasar, menengah hingga Perguruan Tinggi. Semoga dengan bertambahnya nilai dan kuantitas donatur maka akan bertambah pula jumlah binaan yang bisa diberikan solusi permasalahan hidup oleh Lazismu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?