Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Di sela-sela menghadiri Islamic Social Financing Forum di Kuala Lumpur, rombongan Lazismu menyempatkan diri untuk bersilaturrahim dengan warga Muhammadiyah yang berada di ibukota negara Malaysia. Selain bersilaturrahim, Lazismu secara resmi diundang untuk memberikan materi acara Sarasehan tentang Filantropi yang digelar oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.

Rabu petang (28/11/2018) rombongan Lazismu yang terdiri dari Hilman Latief, Ph.D (Ketua BP Lazismu Pusat), drh. Zainul Muslimin (Ketua Lazismu Jatim), Dodok Sartono (Ketua Lazismu Jateng), Edi Muktiono (Manager Lazismu Pusat) dan Aditio (Sekretaris Lazismu Jatim) bertolak dari pusat kota Kuala Lumpur City Center (KLCC) menuju ke kawasan Gombak, pinggiran kota, dengan menggunakan Mass Rapid Transportation (MRT). Sesampai di Stesen MRT Taman Melati, Lazismu disambut oleh Dr. Sony selaku Ketua PCIM Malaysia yang segera mengantar rombongan menuju ke Rumah Dakwah Muhammadiyah, di Jl. Gombak Setia, Kuala Lumpur.

Di Rumah Dakwah Muhammadiyah itu telah berkumpul 40 anggota Muhammadiyah Malaysia yang hadir untuk mengikuti Sarasehan yang akan dibawakan oleh Hilman Latief, Ph.D (Ketua BP Lazismu Pusat) sekaligus persiapan rencana pendirian Kantor Layanan Istimewa Lazismu (KLIL) Malaysia, di Kuala Lumpur. Anggota Muhammadiyah di Malaysia sebagian besar adalah Warga Negara Indonesia (WNI) asal pulau Jawa dan wilayah lainnya, yang tinggal di negeri jiran itu untuk keperluan bekerja atau studi. Sebagian kecil terdapat warga lokal Malaysia yang menjadi simpatisan Muhammadiyah karena tertarik dengan gerakan Persyarikatan yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan. Mereka terhimpun di dalam Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) sebuah struktur Persyarikatan yang berada di bawah PP Muhammadiyah.

Dalam kesempatan tersebut Hilman Latief, Ph.D, menjelaskan panjang lebar tentang kehadiran dan kiprah Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) di bawah PP Muhammadiyah yang secara sah diakui oleh negara melalui SK Kemenag RI no 730/2016. Hilman juga menjelaskan tentang struktur, pola kerja dan prosedur pendirian Kantor Layanan Lazismu (KLL) khususnya yang berada di luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut drh. Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jawa Timur, mengenalkan produk olahan daging qurban Lazismu yang dikemas dalam kemasan kaleng berupa rendang dan kornet. Rendang dan Kornet ini menurut Zainul awalnya memang diproduksi khusus di Jawa Timur. Namun karena manfaatnya sangat besar terutama untuk ketersediaan bahan pangan di kawasan terdampak bencana, maka produk yang diberi nama Rendangmu dan Kornetmu itu diproduksi agak besar sebagai program nasional Lazismu.

Hadirin Sarasehan pun sangat tertarik dan antusias dengan program qurban ini setelah dibagikan rendangmu dan kornetmu untuk dicicipi bersama. Sambutan hangat dan pujian diberikan oleh mereka karena program ini sangat menginspirasi. Mereka berniat ikut program ini untuk tahun depan dengan harapan dapat bermanfaat bagi sanak keluarga dan masyarakat di kampung halaman. “Kornetmu dan Rendangmu ini sungguh ide yang luar biasa dan cemerlang serta bermanfaat bagi masyarakat luas” kata Rohim, yang asli Pemalang, Jawa Tengah. Demikian pula dengan jamaah Muhammadiyah ‘emak-emak’ yang erat dengan kegiatan dapur sangat tertarik dengan rendangmu dan kornetmu ini.

Selain mempersiapkan berdirinya Kantor Layanan Istimewa Lazismu (KLIL) Malaysia, warga Muhammadiyah di Kuala Lumpur ini juga akan mendirikan Koperasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan di kalangan mereka setelah terinspirasi dari efek dan manfaat gerakan filantropi yang dilaksanakan oleh Lazismu. (Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *