Rizki, Difabel Di Jember Yang Lumpuh Sejak Kecil Itu Habiskan Waktunya Bersama Kursi Roda

Media sosial

Berita pada sebuah harian pagi yang populer di Jatim itu sangat menyentuh “Rizki, Belasan Tahun di Atas Kursi Roda”. Berbekal potongan berita koran itu, seluruh Team Lazismu Jember segera mempersiapkan diri. Pertama adalah memastikan posisi, lokasi rumah Rizki dari berita koran itu.

Instruksi dari Lazismu Jatim tanpa pertanyaan langsung dijawab dengan SIAP. Team bersiap meluncur kelokasi pagi itu juga, namun ternyata pada hari Kamis ini Lazismu Jember telah ditunggu oleh beberapa agenda yang harus segera diselesaikan dari pagi hingga siang hari. Diantaranya adalah pendistribusian kotak amal, janjian dengan para muzakki dan prospek calon muzakki

Akhirnya, jadilah agenda siang hari untuk berkunjung kerumah Rizki, remaja usia 14 tahun yang sudah belasan tahun diatas kursi roda di Dusun Plalangan Desa Karangkedawung Kec. Mumbulsari – Kab. Jember.

Keberangkatan Team Lazismu Jember harus tertahan hingga ba’da asar, dikarenakan tiba-tiba kedatangan tamu tidak dikenal yang membutuhkan penanganan segera untuk diantarkan pulang ke rumah. Seorang wanita paruh baya yang mengaku bernama Bu Hot, namun dengan masalah daya ingat. Akhirnya Team Lazismu Jember bersama kendaraan operasional berusaha dengan sabar mengantarkan yang bersangkutan ke Dusun Sumuran Desa Ajung, setelah harus berputar-putar kebeberapa tempat yang awalnya diingatnya.

Alhamdulillah setelah Bu Hot bisa dikembalikan kerumah yang bisa benar-benar dipastikan adalah tempat tinggalnya dengan menanyakan dengan tetangga sekitarnya, Team Lazismu Jember selanjutnya bergerak ke agenda awal yaitu menuju rumah Rizki di Desa karang Kedawung Kec. Mumbulsari, lokasinya sekitar 15km dari pusat kota Jember.

Team segera bergerak ke rumah Rizki. Untuk memastikan keberadaan dan kondisi yang sebenarnya, Team Lazismu Jember tidak langsung menuju ke lokasi, namun menemui terlebih dahulu Kepala Desa Karang Kedawung, Ami Puji Trisnowati, SP yang telah begitu akrab dengan Team lazismu Jember, karena sebelumnya juga telah melakukan pentasyarufan bersama untuk Janda 4 anak di Dusun Krajan.

Menurut Ami, “Rizki memang kondisinya lumpuh sejak kecil, saya sangat kenal dengan keluarganya pak, bahkan sering kesana, beberapa bantuan dari Dinas Sosial, pemerintah bahkan kemaren dari Kapolsek Mumbulsari juga sudah datang kesana, kondisi keluarganya memang kurang mampu, namun perhatian pemerintah desa sebenarnya sudah ada baik secara pribadi maupun lembaga, Rizki sudah terdata sebagai penyandang Disabilitas berat di Dinas Sosial Jember” Kata kades wanita pertama di Desa Karang kedawung ini.

“Namun jika team Lazismu Jember ingin berkunjung kesana, saya siap menemani, tapi untuk menuju lokasi, kendaraan harus diparkir di halaman rumah warga dan berjalan sekitar 500m menuju rumahnya”, kata Bu kades lagi.

Hari telah menjelang malam, namun tidak menyurutkan niat Team Lazismu Jember untuk hadir memberi bantuan sebagai bentuk pengabdian dalam menjalankan amanah. Setelah bergerak sekitar 2 km ke selatan Balai Desa Karang Kedawung, selanjutnya mobil bergerak memasuki gang desa dengan jalan tanah bergelombang, baru bergerak beberapa meter sudah harus masuk ke kebun penuh sengon, tidak beberapa lama kemudian sampailah dihalaman rumah warga satu-satunya yang cukup luas untuk memarkir sebuah mobil.

Selanjutnya team menuju lokasi dengan berjalan kaki, seluruh barang-barang yang akan diberikan harus dipanggul, karena kendaraan yang ditumpangi tidak bisa lagi digunakan, jalan hanya benar-benar cukup untuk kendaraan roda2 saja, kalaupun harus berpapasan, maka salah satunya harus berhenti mengalah untuk memastikan jalan dipematang sawah itu bisa tetap dilalui.

Walaupun malam semakin datang, team tetap bergerak, berjalan secara beriringan untuk memastikan jalan yang dilalui benar-benar aman, jalan pertama kearah barat merupakan pematang sawah yang kanan kiri terbentang luas sawah menghijau pemandangan yang indah khas desa, selanjutnya jalan yang tidak lebih lebar dari pertama itu merupakan jalan setapak yang membelah gumuk (bukit) yang sedikit mendaki selanjutnya akan tampak perumahan warga yang tidak lebih dari 20 kk, dikana kiri tumbuh pepohonan yang rimbun dan semakin membuat jalan semakin gelap.

Baru setelah mencapai puncak dari bukit, jalan mulai mendatar dan cenderung turun lagi kearah selatan, tetap tidak lebar hanya cukup untuk kendaraan roda2, baru sekitar 200m belok kiri menuju rumah Rizki.

Dan memang tampak rumah dengan lantai tanah, dan dinding tabing (baca: ayaman bambu) bersandar menjadi satu dengan rumah disebalah baratnya yang telah bertembok, “Rumah tabing ini tempat ayah dan ibu Rizki tinggal, sedangkan rumah disebelahnya itu sebenarnya rumah mereka juga, yang saat ini ditempati anak pertamanya yang sudah menikah”, kata Bu Kades menjelaskan.

Team bertemu Rizki dan keluarganya. Begitu sampai dirumah, tampak tuan rumah bapak dan ibu Rizki menyambut Bu Kades yang dikenal dengan panggilan Bu Kades Watik ini. Sapa haru dan canda tawa mewarnai pertemuan kami. Berbagai cerita meluncur dari keluarga Rizki tentang hidupnya yang hanya bisa terpaku di kursi roda. Ternyata benar kata bu Watik, keluarga Rizki bahkan tetangganya begitu familiar dengan Bu Kades itu. Mereka menyambutnya dengan ramah dan senyuman.

Rizki, remaja yang sejak kecil lumpuh, sudah belasan tahun tinggal dikursi roda, tubuhnya kurus namun tampak tetap ceria, saat disapa dan dipanggil namanya responnya seakan menjawab, namun tatapannya tidak fokus, bahkan gerak motoriknya sulit dikendalikan, tangannya bergerak kesana kemari ingin menyapa, tapi tak kuasa, bibirnya bergerak-gerak namun tiada terucap kata-kata yang bermakna.

Sehari-hari ia bersama ayah dan ibunya yang sangat menyanyangi, hidupnya sangat tergantung kepada orang lain, karena tidak banyak yang bisa dikerjakan seperti anak seusianya, seluruhnya dilakukan orang kedua orang tuanya, sesekai kakak perempuannya juga turut menemani dan membantu kebutuhannya. Mulai bergerak dengan kursi roda disekitar rumahnya sekedar mencari hangatnya sinar mentari, memakaikan pakaian, hingga makanpun harus ada yang bantu menyuapi, begitu kesehariannya hingga saat ini.

“Saya sangat sering kesini mas, selain kerumah Rizki, di sebelahnya itu kan juga lebanyuh (ulu-ulu air pengatur irigasi sawah warga), yang juga menangani sawah saya dan keluarga, jadi sangat sering dan kenal dengan warga disini”, kata bu Watik lagi.

Selanjutnya, team Lazismu Jember menyerahkan santunan untuk Rizki dan keluarganya,“Mohon diterima ala kadarnya bu, semoga kami bisa hadir kembali kesini untuk berbagi bersama Rizki”, kata Kepala Kantor Lazismu Jember, Abdul Khamil. Sedikit bantuan dari Lazismu Jember dengan harapan semoga membantu meringankan beban walau tak seberapa.

Ibunda Rizki turut menyampaikan terima kasih juga namun dengan bahasa madura yang selanjutnya diterjemahkan: “Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bu Kades dan Lazismu Jember, semoga kebaikan anda semua diterima oleh Allah SWT, Aamiin”.

Alhamdulillah, amanah donatur telah disalurkan, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan para muzakki/donatur Lazismu Jember, nanda Rizki saat ini masih dalam kondisi lemah, tidak bisa mandiri karena lumpuh, sedangkan keluarganya memang dalam keadaan yang kurang mampu. Donasi dari masyarakat bagi mereka tentu akan sangat mengembirakan dan mengurangi beban hidupnya.

Setelah beberapa lama disana akhirnya Team Lazismu Jember pamit dan segera balik ke markas. Alhamdulillah, hari kamis yang sangat padat, semoga semakin bermanfaat.

(Khamil, Lazismu Jember).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?