Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Sebelum bedah rumah

Sumali salah satu warga kota Surabaya yang tinggal di RT 03 RW 02, Kelurahan Balasklumprik, Kecamatan Wiyung. Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. Rumah yang dihuni oleh Sumali ini sudah rapuh dan sangat mengkhawatirkan apabila ditinggali. Bangunan semi permanen dari kayu dan bambu (gedhek) beratap seng dan genteng itu sudah lapuk dimakan usia.

Sumali, berkaos merah

Sumali berkeinginan dan berniat untuk membangun rumah. Selama bertahun-tahun belum bisa terlaksana niatnya itu lantaran untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja ia merasa kesulitan. Ia adalah pekerja serabutan dengan penghasilan tidak tetap bahkan sedang terlilit hutang. Ia pernah berhutang untuk tujuan membangun rumahnya. Namun karena hidupnya harus gali lubang tutup lubang, Sumali hanya mampu membeli asbes dari uang pinjaman tersebut.

Kini keinginan dan niatnya tercapai melalui Lazismu Surabaya. Berkat penggalangan dana bedah rumah via WA grup dan media sosial oleh Lazismu Surabaya, terkumpul dana sebesar Rp. 25 juta. Lazismu juga menggandeng SMP Muhammadiyah (SMPM) 9 Surabaya untuk membantu program ini. Informasi tentang kondisi Sumali ini adalah berasal dari salah satu donatur Lazismu, yaitu Wiji, tetangga sumali sendiri.

Menurut Sunarko, Ketua Lazismu Surabaya, kondisi rumah Sumali sebelumnya memang sangat memprihatinkan dan tidak layak untuk dihuni. Gentingnya banyak yang jatuh dan bila hujan bocor. Sedangkan dinding rumah itu berupa gedhek dari bambu dan berlantai tanah yang jika hujan lebat selalu tergenang banjir.

kamar mandi setelah bedah rumah

Nah, pada tanggal 1 April 2018 dimulailah pembangunan rumah Sumali. Pembongkaranm bangunan lama dilakukan secara gotong royong warga, murid SMPM-9, aparat desa dan Muspika. Sedangkan pembangunannya dikerjakan oleh para tukang. Pengerjaan bangunan tidak memakan waktu lama karena hanya seluas 4 x 7 meter persegi berdinding tembok, berlantai keramik dan beratap asbes, jelas Sunarko.

Saat ini (17/04/2018) telah berdiri kokoh bangunan rumah baru layak huni yang siap ditempati oleh Sumali dan keluarganya. Betapa senang dan girang hati Sumali. Tak membayangkan keinginannya mempunyai rumah yang nyaman untuk ditempati terkabulkan melalui Lazismu. Tinggal menunggu waktu penyerahan kunci (22 April 2018), Sumali makin tak sabar ingin segera memasuki ke rumah barunya.

Sumali bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat dan berkah ini. Kesyukurannya bertambah manakala ia telah diterima bekerja sebagai petugas kebersihan kota dengan penghasilan tetap. “Alhamdulillah, terima kasih pak..” ucapnya kepada Sunarko dengan penuh haru saat melihat rumahnya yang sudah siap dihuni. (Adit).

Setelah bedah rumah oleh Lazismu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *