Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Bencana alam terjadi dimana-mana dan pandemi covid-19 masih tetap berlangsung. Indonesia terus dilanda musibah. Hanya doa kepada Allah semoga bangsa ini diberikan kekuatan untuk menghadapi berbagai bencana.

Sementara di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat sedang tertimpa bencana banjir dan gempa, negeri kita dikejutkan oleh berita dan tayangan media bahwa gunung Semeru telah erupsi, sabtu sore 16-01-2021.

Untuk itu Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan LAZISMU Lumajang segera bergerak ke pos pemantauan gunung Semeru guna mendapatkan informasi yang valid. Kuswantoro, Amil LAZISMU dan Tim segera bergegas menuju ke lokasi pos yang terdekat dengan gunung Semeru.

Sementara itu di pos pemantauan, Wakil Bupati Lumajang Ir Indah Amperawati, MSi, menyatakan bahwa masyarakat hendaknya jangan panik karena Gunung Semeru hanya mengeluarkan guguran lava dan menyemburkan asap serta abu vilkanik.

“Tadi malam saya, Kapolres, Dandim pukul 19.30 WIB berangkat ke pos pantau gunung Semeru di gn Sawur. Sementara Pak Thoriqul Haq sedang ada acara di surabaya. Sore harinya, banyak Whattsapp, medsos, televisi yang mengabarkan erupsi. Melalui WA banyak kabar beredar bahwa gunung Semeru meletus. Saya menyatakan itu bukan letusan, tapi akibat gravitasi sehingga menyebabkan guguran awan panas. Kondisi sudah aman.” kata Wabup Indah Amperawati didampingi Kapolres dan Dandim Lumajang.

“Lava panas masih ada sampai pagi ini dan nampak jelas saya lihat dari cCrah Kobokan, tapi sudah berkurang dan itupun masih di atas sekitar 2 km dari puncak Semeru. Jauh dari pemukiman. Penduduk sebagian ada di rumah, sebagian ke rumah saudaranya. Tapi tidak ada pengungsian. Hujan abu sangat tebal mulai sore, terbang mengikuti arah angin menuju kecamatan Pasrujambe dan Senduro menuju kabupaten Probolinggo. Pukul 23.00 WIB kami masih berada di Loji kecamatan Pasrujambe, sudah tidak ada lagi abu beterbangan, hanya tanaman dan jalan-jalan penuh abu. Status masih waspada II.” lanjut Indah menambahkan.

“Erupsi skunder tentu masih membuat kita was was, karena tumpukan material yang meninggi diatas 50 m dimungkinkan menjadi lahar dingin kalau terjadi hujan dengan curah tinggi lebih dari 3 jam. Kami tetap menghimbau Penduduk tetap waspada dan dilarang beraktifitas 4 km dari arah bukaan kawah. Pakailah masker agar abu tidak masuk ke paru dan virus covid tidak masuk melalui hidung dan mulut.” pungkas Indah. (Ad/Kus)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *