Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Guna mensukseskan program Nasional Qurban Bersama Untuk Sesama Lazismu perwakilan wilayah Jawa Timur pada hari ahad tanggal 30 Juli 2017 akan mengadakan Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus). Kegiatan Rakorsus selama sehari itu akan ditempatkan di Aula Gedung Pemerintah Kota Pasuruan.

Rakorsus ini akan diikuti oleh utusan 38 Lazismu Daerah se-Jatim ditambah beberapa utusan Kantor Layanan Wilayah serta dari Pimpinan Pusat Lazismu. Menurut Agus Salim, Panitia Lokal, Rakorsus akan dihadiri dan dibuka oleh Walikota Pasuruan. Agus juga sudah menyiapkan perlengkapan dan fasilitas yang dibutuhkan peserta Rakorsus Lazismu. “Bagi yang asalnya dari jauh dan mau bermalam akan disiapkan penginapan” kata Agus. Sesuai agenda Rakorsus akan membahas diantaranya Fiqh tentang Qurban, Program Nasional ‘Nusantara Berqurban untuk Indonesia Berkemajuan’, penggalangan qurban se-Jatim, koordinasi even qurban dan pelaporan. Selain itu materi informasi tentang perkembangan dan dinamika Lazismu juga akan disampaikan dalam Rakorsus.

Dalam rakorsus ini akan dibahas berbagai isu tentang redistribusi hewan qurban dan semangat kebersamaan dalam pelaksanaan even qurban. Program Qurban Lazismu dilaksanakan secara serempak diseluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh jeringan Lazismu, eksponen Muhammadiyah dan masyarakat secara luas. Tujuan Program Qurban Lazismu adalah menfasilitasi kaum muslim dalam menunaikan ibadah Qurban melalui pelayanan dan program distribusi Qurban yang mampu memberi nilai tambah dan fasilitasi kemudahan menyalurkan kepada lokasi yang di inginkan oleh pequrban melalui jaringan lazismu.

Sasaran yang hendak dibidik oleh program Qurban ini adalah masyarakat yang membutuhkan yang berada di daerah Pak Kumis (Padat, Kumuh dan Kantong-kantong kemiskinan), 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), Area terdampak bencana alam, anak-anak yatim dan wilayah kerja da’i di pedalaman. Selain itu juga akan diaplikasikan kerjasama momen qurban bersama antara Lazismu dengan NU Care (Lazis NU) di tingkat wilayah Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *