Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

“Alhamdulillah, kulo nagturaken matur nuwun kagem sedoyo terutami Lazismu, dinten niki kulo saged kagungan griya ingkang sae..” (Puju Syukur kepada Allah, saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terutama Lazismu, hari ini saya bisa punya ruma yang baik). Begitu ucap Sumali terbata-bata ketika menerima kunci rumah yang telah dibangun kembali dengan program bedah rumah Lazismu kota Surabaya. Rumah Sumali yang beralamat di Balasklumprik, Wiyung, Surabaya ini terletak di gang sempit dan terpencil. Jika ingin bertandang ke rumah Sumali harus melewati pekarangan tetangga dan rumah-rumah milik Saudaranya.

Ahad, 22 April 2018 siang Sumali beserta istrinya menerima kunci dari Lazismu dan muali memasuki rumah yang sudah berubah total 180 derajat berkat program Bedah Rumah. Ia begitu bergembira dan tak kuasa menahan haru manakala kunci rumah sudah berada di tangannya. Sungguh tak terbayangkan ia bisa memiliki rumah yang baik dan bersih serta “mewah” menurut ukurannya. Sebelumnya Sumali dan istri tinggal di rumahnya yang kondisinya begitu jauh dari kata layak dan sehat.

Kunci rumah diserahkan kepada Sumali oleh Sunarko, Ketua Lazismu Surabaya, sembari menambahkan bantuan kasur dan bantal. Hadir dalam kesempatan tersebut Achmad Saifu (Lazismu Jatim), Jajaran Badan Pengurus dan Relawan Lazismu kota Surabaya, pengurus RT/RW dan Pendamping Kessos Kelurahan serta para tetangga Sumali. Sunarko Ketua Lazismu Surabaya, mengatakan bahwa program bedah rumah ini dapat terlaksana berkat kerjasama dan sinergi yang kuat antara Lazismu kota Surabaya bersama para mitra diantaranya SMP Muhammadiyah 9, Muspika, TKSK Kelurahan Balasklumprik, RT/RW, kontraktor dan dukungan para donatur dan Muzakki.

Informasi tentang Sumali yang rumahnya sangat tidak layak dan hampir roboh diperoleh dari pihak RT/RW dan TKSK Kelurahan yang selanjutnya ditindak lanjuti oleh Lazismu dengan menggalang dana, jelas Sunarko. Dalam penggalangan tersebut terkumpul dana sebesar Rp. 28,5 juta yang kemudian digunakan untuk membangun rumah Sumali. Penggalangan dilakukan melalui medsos terutama WA grup dan partisipasi pelajar SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya, pungkas Sunarko. (Adit)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *