Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Syamsun Aly, M.A.

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjihad) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS. 29 / Al-Ankabut : 69).

Setiap Mu’min tentu berkeinginan untuk dapat berqurban. Namun kenyataan di lapangan masih sedikit yang mampu melakukan, dengan alasan tidak punya uang untuk membeli hewan qurban, atau karena faktor lain.

Sementara bagi yang diberi kemampuan finansial, masih banyak yang enggan merespon syari’at Nabi Ibrahim tersebut, dengan alasan sunnah atau tidak diwajibkan. Sehingga jumlah hewan yang disembelih untuk qurban setiap Idul Adh-ha, tidak seimbang dengan jumlah orang-orang miskin yang membutuhkannya.

QURBAN PERWUJUDAN SYUKUR

Banyak sekali ni’mat Allah yang telah diberikan kepada manusia secara cuma-cuma. Mulai dari jasmani yang amat sempurna (ahsani taqwiim) hingga rohani yang luar biasa, berupa akal dan jiwa. Sehingga manusia bisa memimpin kehidupan dunia, serta dapat menaklukkan dan mengendalikan hampir semua makhluk di jagat raya.

Di samping itu Allah juga memberikan manusia ilmu dan ketrampilan serta rizki dalam kehidupan. Di daratan berupa tanaman, umbi-umbian, buah-buahan, sayur-mayur, serta ragam binatang ternak untuk membantu kerja atau dikonsumsi dagingnya.
Sedang di lautan berupa aneka macam ikan, rumput-rumputan, bahkan intan permata, dan masih banyak lagi lainnya. Yang semua itu disediakan oleh Sang Maha Rahman untuk seluruh Bani Adam tersayang.

Allah swt. mengingatkan kepada kita dalam Kitab SuciNya : “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)” (QS.14 / Ibrahim : 34).

Bahkan di dalam Surat ke 55 / Ar Rahman, Allah secara khusus membeberkan kemurahan ni’matNya yang sangat, sambil berkali-kali melemparkan pertanyaan kepada manusia ”fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadz–dzibaan” maka ni’mat Tuhanmu manakah yang masih kalian dustakan (simak QS. Ar-Rahman : 1-78).

Dari berbagai ni’mat dan karuniaNya yang amat banyak itu, Allah Swt. hanya menyuruh 2 hal kepada manusia, yakni menegakkan shalat & berqurban karenaNya, untuk keshalihan dirinya dan keshalihan masyarakat sekitarnya. (simak QS. 108 / Al-Kautsar : 1-3), jika ingin menjadi hamba yang bersyukur kepadaNya, yang dijanjikan tambahan ni’mat dariNya, dan disiksa jika mengingkarinya. (simak QS. 14 / Ibrahim :7).

Itulah sebabnya maka ada sebagian ulama’ yang berpendapat bahwa hukum qurban itu wajib karena sejajar dengan perintah shalat (fashalli lirabbika wanhar) walau umumnya menegaskan hukum qurban itu Sunnah Muakkadah (sunnah yang mendekati wajib).

PERLU JIHAD UNTUK BERQURBAN.

Bagi ummat Islam yang memliki kemampuan, jihad yang diperlukan adalah keyakinan dan kemauan untuk berqurban, karena sudah ada uang untuk membeli hewan, sehingga tidak ada lagi persoalan. Namun bagi mereka yang hidupnya pas-pasan, maka jihad yang diperlukan disamping keyakinan dan kemauan, harus ada program dan manajemen keuangan yang benar-benar terkendalikan.

Kemudian melakukan tindakan nyata untuk berqurban, misalnya dengan:

  • Menabung secara rutin, lalu dibelikan hewan qurban.
  • Membeli kambing kecil (muda), dititipkan (dipelihara) pada penggembala di desa, lalu disembelih saat Idul Adh-ha.
  • Mengadakan arisan khusus untuk qurban.
  • Pinjam uang di koperasi (yang bersangkutan sebagai anggota koperasi) lalu dibelikan hewan qurban.
  • Selalu berusaha meningkatkan penghasilan dengan ikhtiyar yang halal disertai do’a yang tulus kepadaNya.

Karena Allah swt. telah menjanjikan berbagai jalan kemudahan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh (jihad) di jalanNya. “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjihad) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. 29 / Al-Ankabut : 69). Mari kita mulai dari sekarang, semoga yang Maha Rahman memberi kemudahan. Aamiin.

Syamsun Aly, M.A., Wakil Ketua Lazismu Jawa Timur

 

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *