Tahun 2018 Lazismu se-Jawa Timur Fokus Dana ZISKA Untuk Program Pemberdayaan Masyarakat

Media sosial

Sesuai dengan hasil keputusan Rakornas Lazismu 2017 di Semarang dan Rakerwil Lazismu Jatim di Magetan konsolidasi sistem keuangan dan program pemberdayaan masyarakat menjadi fokus dan garapan utama bagi lembaga Amil zakat Muhammadiyah.

Dalam dua momen permusyawaratan itu telah dilakukan perencanaan berupa persiapan dan penetapan program pengelolaan dana ZISKA yang tertuang dalam pedoman dan panduan bagi seluruh Amil Lazismu. Perencanaan tersebut berhubungan dengan program pendistribusian terutama dalam kaitannya pembagian dana ZISKA kepada 8 (delapan) asnaf sesuai ketentuan syariat Islam. Sebelum itu terlebih dahulu dilakukan konsolidasi yang tertata dalam sistem keuangan Lazismu satu rekening.
Kemudian dalam rangka pendayagunaan dana ZISKA maka Lazismu pada tahun 2018 berupaya fokus dalam penyaluran untuk usaha produktif dalam rangka penanganan fakir miskin dan peningkatan kualitas umat. Hal itu berarti program pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas utama untuk dilaksanakan bagi seluruh jaringan struktural Lazismu mulai dari perwakilan wilayah di tingkat propinsi hingga wilayah pembantu di tingkat daerah kabupaten dan kota.

Maka dalam Rapat Koordinasi Khusus Lazismu se-Jatim, 9 Februari 2018 di Gedung Muhammadiyah Jatim, program pemberdayaan ekonomi usaha produktif akan menjadi ‘primadona’ bagi Lazismu di tahun 2018. Sasarannya adalah para mustahik fakir miskin, baik karena pengangguran maupun terdampak permasalahan sosial dan bencana. Tujuannya adalah agar mereka dapat keluar dari lingkaran kemiskinan dengan usaha mandiri.

Ada tiga belas (13) Rekomendasi Muktamar Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 yang menjadi rujukan dalam pelaksanaan program Lazismu, yaitu ; a). Membangun Masyarakat Ilmu; b). Toleransi dan Kerukunan antar umat beragama; c). Peningkatan daya saing umat Islam; d). Penyatuan Kalender Islam; e). Pelayanan dan Pemberdayaan Kelompok Difabel; f). Pengendalian Narkotika, Psikotropika, dan zat Adiktif Lainnya; g). Tanggap dan tangguh menghadapi bencana; h). Optimalisasi bonus demografi; i). Gerakan berjamaah melawan korupsi; dan j). Jihad konstitusi.

Selain itu, ada tujuh belas (17) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang sedang dicanangkan oleh pemerintah, antara lain; a). Menghapus kemiskinan; b). Mengakhiri kelaparan; c). Kesehatan yang baik dan kesejahteraan; d). Pendidikan bermutu; e). Kesetaraan gender; f). Akses air bersih dan sanitasi; g). Energi bersih dan terjangkau; h). Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi; i). Infrastruktur industri dan inovasi; j). Mengurangi ketimpangan; k). Kota dan komunitas yang berkelanjutan; l). Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; m). Penanganan perubahan iklim; n). Menjaga ekosistem laut; o). Menjaga ekosistem darat; p). Perdamaian keadilan dan kelembagaan yang kuat; dan q). Kemitraan untuk mencapai tujuan.

Tentunya tidak semua 13 rekomendasi Muktamar Muhammadiyah dan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan itu dapat dilaksanakan oleh Lazismu. Ada beberapa point yang bersinggungan dengan bidang garap Lazismu secara umum yang bisa menjadi fokus prioritas dalam kerangka program pemberdayaan. (Adit).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?