Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Bulan suci Ramadhan tidak ingin disia-siakan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kota Malang untuk menebar manfaat bagi ummat, terutama bagi para dhuafa di Kota Malang.

Melalui acara bertajuk ‘Ramadhan Berbagi’, Lazismu Kota Malang berbagi kebahagiaan dengan para mustahiq, guru dan santri TPQ, guru dan siswa bimbel gratis Lazismu. Sebanyak 350 peserta hadir dalam acara di Hotel Pelangi Kota Malang, Ahad (11/6/2017).

Acara yang berlangsung dari siang hari sampai dengan Magrib ini diisi dengan berbagai kegiatan yang mencerahkan. Salah satunya sesi testimoni dari Amil dan penerima bantuan usaha produktif Lazismu Kota Malang.

Pertama, testimoni disampaikan oleh Amil cilik Dira. Anak usia SD ini adalah Amil cilik Lazismu yang tugasnya mengajak teman-teman di sekolahnya untuk bersedekah melalui kaleng sedekah. Program ini disebut juga dengan filantropis cilik.

”Senang bisa menjadi Amil Cilik, saya bisa mengajak teman-teman sekolah untuk bersedekah,” ujar Dira yang merupakan siswa SD Muhammadiyah 9 Kota Malang.

Selanjutkan kesempatan Sana’i untuk memberikan testimoni. Sana’i yang mempunyai keterbatasan fisik di tangannya ini tetap semangat dan pantang menyerah untuk menjadi Amil yang merupakan profesi mulia. ”Saya berterimakasih kepada Lazismu yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi Amil,” terang pria asal Kecamatan Kedungkandang.

Sementara itu, Ganis, penerima bantuan usaha produktif yang berprofesia sebagai penjual pangsit mie ayam ini mengatakan, jika prosedur untuk mendapatkan bantuan usaha dari Lazismu Kota Malang tidak perlu waktu lama. ”Prosesnya singkat dan mudah. Tidak ada bunga dan pengembaliannya sesuai dengan kemampuan,” tutur Ganis yang tinggal di Kelurahan Bareng, Klojen, Kota Malang.

Acara inti diisi dengan tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh Drs Dho’ul Qomar. Dewan Syariah Lazismu Kota Malang mengajak warga Muhamamdiyah Kota Malang untuk turut aktif memberikan Zakat, Infaq dan Shodaqohnya (ZIS) melalui Lazismu. Terutama para pimpinan Muhammadiyah diminta untuk memberikan teladan.

”Pimpinan Muhammadiyah harus memberikan teladan dengan berzakat di Lazismu, jika pimpinannya sudah memberikan teladan untuk ber-ZIS, maka anggotanya juga akan ikut,” imbaunya.

Di akhir acara, diberikan santunan kepada dhuafa berupa sembako. Sedangkan siswa TPQ dan siswa Bimbel gratis Lazismu diberikan school kit (perlengkapan sekolah). Sementara guru TPQ dan Bimbel Lazismu diberikan reward. Para penerima santunan berasal dari perwakilan seluruh kecamatan di Kota Malang. Total yang diberikan santunan oleh Lazismu adalah sebanyak 200 orang. (beni/aan/pwmu.co).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *