Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Assalamualaikum Ustaz… Apakah harta atau tabungan yang terdapat di BPJS Ketenagakerjaan dan asuransi hari tua yang baru cair jika telah mencapai usia tertentu, dihitung dalam zakat mal? Irman Harman, Jakarta

Dr. Hamim Ilyas, M.Ag

Berdasarkan Q.S. al-Baqarah, 2: 267 dan Q.S. at-Taubah, 9: 34 harta yang wajib dizakati dibagi menjadi 3 bagian. Pertama, thayyibati ma kasabtum, hasil kerja yang baik yang bisa meliputi perdagangan, peternakan, industri, investasi, kerja profesional dan lainlain. Kedua, ma akhrajna lakum minal ardl, hasil eksplorasi bumi yang meliputi hasilhasil pertanian, perkebunan, pertambangan, penemuan harta karun dan lain-lain. Ketiga, yaknizunadz dzahaba wal fidldlah, tabungan, yang bisa meliputi tabungan emas, perak, uang, tanah dan lain-lain.

Uang yang dibayarkan kepada BPJS Ketenagakerjaan dan perusahaan asuransi pada dasarnya merupakan iuran dan premi. Jumlah nominal yang dibayarkan untuk iuran dan premi bukan merupakan jumlah riel yang dimiliki peserta dan nasabah. Jumlah itu hanya jumlah potensial yang jumlah rielnya baru ada pada waktu jatuh tempo ketika BPJS membayar biaya periksa dokter, pembelian obat dan perawatan rumah sakit; dan ketika perusahaan asuransi membayar klaim sesuai perjanjian.

Karena masih merupakan potensi kekayaan yang dimiliki, maka uang iuran BPJS dan premi asuransi selama dalam jangka waktu pembayarannya, bukan merupakan tabungan. Atas dasar ini, maka zakat yang dibayarkan untuknya adalah zakat hasil pendapatan sesuai dengan aturan pembayaran tiga bagian harta yang wajib dizakati di atas. Kemudian pada waktu jatuh tempo ketika iuran dan premi itu sudah menjadi kekayaan riil, baru dibayarkan zakatnya sebagai tabungan.

Sebagai contoh peserta BPJS dan asuransi yang pada tahun pertama kepesertaannya membayar iuran dan premi sebesar 1 juta rupiah, dia membayar zakatnya sebagai bagian dari zakat pendapatannya selama satu tahun. Kemudian pada waktu jatuh tempo pada tahun pertama atau tahun-tahun sesudahnya, dia menerima biaya berobat atau pembayaran klaim sebesar 50 juta rupiah, misalnya, dia membayar zakat untuk uang 50 juta yang diterimanya sebagai zakat tabungan.

Dr. Hamim Ilyas, M.Ag., Dewan Syari’ah Lazismu Pusat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *