Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

KLINIK Apung Said Tuhuleley mendadak jadi magnet. Program inisiatif PP Muhammadiyah yang dilaksanakan Lazismu itu menarik simpati berbagai pihak.

Saat “joy ship” alias ujicoba berlayar tengah berlangsung di dermaga Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, Jumat petang, datang pemberitahuan bahwa HM Jusuf Kalla selaku pribadi berinfak sebesar Rp 1 miliar. Kabar tersebut disampaikan Hajriyanto Y Thohari, Ketua PP Muhammadiyah.

Infak dari Wakil Presiden tersebut mengindikasikan program klinik apung merupakan program yang bermanfaat. Sebagai informasi, klinik apung merupakan terobosan PP Muhammadiyah untuk membantu pemerintah dalam menurunkan tingkat kematian ibu dan bayi di kepulauan Maluku dan Papua yang masih tinggi.

Klinik apung yang diberi nama tokoh Muhammadiyah asal Maluku itu akan beroperasi mulai 24 Februari 2014 setelah diresmikan pemakaiannya oleh Presiden Joko Widodo bertepatan dengan pembukaan sidang Tanwir Muhammadiyah di Ambon.

Untuk mengejar waktu peresmian, Klinik Apung Said Tuhuleley akan mulai berlayar dari pelabuhan Cilincing Sabtu subuh tanggal 18 Februari. Dalam perjalanan menuju Ambon, klinik apung yang dibangun dengan basis kapal yacht berbobot 8 ton itu akan singgah di Pati, Mataram, Selayar dan Buru.

Rencana singgah di Jepara dan Pasuruan terpaksa dibatalkan karena waktu yang tidak memungkinkan. Klinik Apung Said Tuhuleley seharusnya sudah meninggalkan Jakarta 15 Februari lalu. Namun karena cuaca ekstrim dan ombak mencapai 7 meter, kapal tidak bisa memperoleh izin berlayar.

Hajriyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa Klinik Apung Sahid Tuhuleley bukanlah kapal kemanusiaan satu-satunya. Sebab, berdasarkan beberapa kajian, wilayah kepulauan Indonesia Timur membutuhkan setidaknya 13 unit kapal serupa. Kelak, kapal tidak hanya untuk memberi layanan kesehatan tetapi juga membawa guru yang akan mengajar keliling dari pulau ke pulau. (JTo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *