Warga Mulai Bangkit dan Bergotong Royong Bangun Hunian Transisinya Sendiri di Lombok Utara

Media sosial

Pengerjaan Hunian Transisi untuk Warga (Huntara) di Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara terus dilakukan. Dari target 100 Huntara, baru berdiri 30-an. Memang agak lambat dari yang diperkirakan karena menggunakan sistem inisiatif dan partisipasi warga.

Huntara dibangun di atas pekarangan warga sendiri bukan di areal pengungsian. Musyawarah antara relawan dengan warga rutin dilakukan ba’da sholat maghrib di Masjid darurat guna membahas segala permasalahan pendirian Huntara.

Relawan Muhammadiyah yang hadir di lokasi pembangunan Huntara kini hanya mengedukasi, memandu dan menyediakan bahan, gambar dan cara kerja yang diperlukan. Selanjutnya warga sendiri yang bergotong royong mengerjakan satu demi satu Huntaranya. Dari segi waktu akan sedikit banyak molor dari target yang ditentukan Namun dari segi positifnya inisiatif dan kebangkitan warga untuk memulai membangun rumahnya sendiri telah muncul.

Priyo A. Sancoyo, project manager dan salah satu pendamping konstruksi dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jatim yang bertugas memandu dan mengedukasi warga untuk membangun Huntaranya sendiri. Setiap hari Priyo beserta tim MDMC dari berbagai wilayah se-Indonesia berkeliling dari satu kampung ke kampung lain untuk mensuplai bahan, memberi penyuluhan, memonitor dan sekaligus mengarahkan warga bagaimana membangun Huntara yang efektif dan efisien. Warga pun diajari secara tahap demi tahap membangun Huntaranya, termasuk cara memasang konstruksi baja ringan yang benar.

“Alhamdulillah, walau agak lama kita di lapangan dapat mengedukasi warga bagaimana membangun sendiri Huntaranya secara efektif dan efisien serta dapat langsung dipergunakan. Kami salut dan gembira karena warga sudah tidak lagi memikirkan kepedihan akibat dampak bencana gempa yang terjadi beberapa waktu lalu. Mereka sudah mulai bangkit dan kuat kembali untuk membangun desanya, khususnya membangun Huntaranya sendiri” jelas Priyo dengan penuh semangat.

“Relawan yang datang dari Jawa dan wilayah lain kini agak dikurangi, karena sebagian dikerahkan ke Palu Sulawesi Tengah untuk membantu saudara sesama yang memerlukan uluran tangan” tambah Priyo.

“Yang terpenting program Huntara ini tetap jalan dengan partisipasi aktif seluruh warga desa di kecamatan Gangga Lombok Utara. Geliat dan semangat dari warga untuk pulih dan bangkitkembali itulah yang kami apresiasi” pungkasnya bangga. (Adit)

 

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?