ZISKA Lifestyle Festival Ajang Mempertemukan Amil se-Indonesia

Media sosial

ZISKA Lifestyle Festival merupakan serangkaian acara perdana yang diselenggarakan oleh LAZISMU Pusat yang diselenggarakan pada Jum’at hingga Minggu, 8-10Desember2018. Perhelatan tersebut merupakan agenda tahunan yang dihadiri oleh pengurus LAZISMU dan Amil dari seluruh Daerah dan Kantor Layanan di Indonesia.

Acara dibuka langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Haidar Nashir, di Loby Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sebelumnya didahului oleh sambutan dari Panitia Lokal, tuan rumah Rektor UMY, dan Hilman Latief, Ph.D, Ketua LAZISMU Pusat.

Hilman Latief selaku Ketua LAZISMU Pusat berharap dengan ZISKA Lifestyle Festival ini mampu membangun LAZISMU yang berkemajuan di masa yang akan datang. Sementara itu Haidar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah yang berkesempatan untuk memberikan amanat dan membuka acara ZISKA Lifestyle Festival 2018 menyatakan bahwa LAZISMU selama ini berperan aktif menghimpun dana Persyarikatan dan umat yang kemudian dapat meningkatkan koordinasi yang komprehensif dan konsolidasi yang terintegrasi.

LAZISMU merupakan lembaga zakat yang dinamis dalam pergerakan dan distribusinya. Di era ini lembaga ZIS harus mampu menumbuhkan kesadaran ZIS kepada masyarakat dan warga Muhammadiyah yang baru berkembang lebih mudah dibandingkan pada masyarakat yang sudah maju karena masyarakat yang belum maju cenderung konsumtif sehingga hanya ingin diberi.

Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menambahkan bahwa kehadiran LAZISMU untuk menyadarkan umat dan mengimbangi dengan pemikiran yang rasional. LAZISMU diharapkan dapat berperan dalam memberdayakan umat, dhuafa dan kaum muztad’afin.

ZISKA Lifestyle Festival ini terdiri dari beberapa rangkaian acara yaitu Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS), Indonesia Mobil Clinic, Amil Camp, dan LAZISMU Award yang dihelat dalam waktu bersamaan. Agenda pertama yang dilaksanakan setelah
pembukaan yaitu LAZISMU Award sebagai ajang penghargaan yang diberikan kepada LAZISMU yang berprestasi berdasarkan penilaian dalam beberapa nominasi.

Nominator Pertumbuhan Perhimpunan Terbaik adalah LAZISMU Sragen, Banyumas, Gresik, Pekanbaru, yang kemudian dimenangkan oleh LAZISMU Gresik. Nominasi kedua adalah LAZISMU dengan Kreatifitas Penghimpunan Terbaik dengan para nominator yaitu LAZISMU Sragen, Lamongan, dan Gunung Kidul yang kemudian Lamongan terpilih sebagai LAZISMU dengan Kreatifitas Penghimpun Terbaik.

Nominasi ketiga adalah LAZISMU dengan Pendistribusian Terbaik dengan nominator LAZISMU Pare-pare, Lamongan, Surabaya, Pekanbaru. Yang terpilih adalah LAZISMU Pekanbaru. Nominasi Pemberdayaan Ekonomi yaitu LAZISMU Banyumas, Surabaya, Wonosobo, dan Sragen. LAZISMU Banyumas lah yang terpilih sebagai pemenang dengan nominasi pemberdayaan terbaik.

Nominasi kelima adalah LAZISMU dengan laporan tahunan terbaik dengan nominator LAZISMU Sragen, PekanBaru, dan Banyumas yang dimenangkan oleh LAZISMU Banyumas. Sementara itu untuk tingkat wilayah dengan Laporan tahunan terbaik dimenangkan oleh LAZISMU KalimantanBarat. Nominasi terakhir yaitu LAZISMU Terbaik skala Nasional dengan nominator Lamongan, Banyumas, Sragen dan PekanBaru. LAZISMU Sragen terpilih sebagai LAZISMU Terbaik.

Para Nominator yang terpilih sebagai pemenang masing-masing akan mendapatkan dana stimulasi program sebesar Rp.50.000.000,-. Setelah pembukaan dan pemberian penghargaan kepada LAZISMU yang berprestasi dilanjutkan dengan pemberangkatan peserta menuju ke lokasi kegiatan. Peserta dibagi menjadi dua yaitu peserta RAKERNAS dan Amil Camp yang diantar menggunakan tiga bus besar, mobil operasional dan ambulance LAZISMU serta Mobil AUM se-DIY.

Pemberangkatan ke Arena Rakernas dan Amil Camp

Pemberangkatan peserta diiringi oleh Mobil Ambulance sekaligus merupakan salah satu rangkaian acara yaitu Indonesia MobilClinic. Selanjutnya peserta dibawa menuju ke Sambi Resort dan bumi perkemahan di kawasan desa wisata Desa Sambi, Kaliurang, Sleman, DIY.

Peserta amil camp ini membeludak, yang pada awalnya hanya 100 orang peserta membengkak menjadi 160 peserta lebih. Bahkan salah satu peserta datang dari LAZISMU PCIM Mesir. Tidak maumelewatkan moment dan kesempatan tersebut KL LAZISMU Ngagel kota Surabaya memberangkatkan salah satuAmil untuk mengikuti kegiatan Amil Camp. “Amil camp merupakan acara perdanayang diselenggarakan oleh LAZISMU Pusat divisi Sumber daya manusia,” kata Tatang selaku divisi SDM LAZISMU Pusat.

Amil camp diselenggarakan di bumi perkemahan desa Sambi dengan konsep diklat alam. Peserta tidur di tenda yang telah disiapkan oleh panitia yang pada kesempatan tersebut tenda yangditempatiolehpeserta adalah tenda LAZISMU yang baru saja dibeli oleh panitia.

Hari pertama kegiatan di lokasi yang terletak di lereng gunung Merapi ini diguyur hujan yang cukup deras sehingga beberapa tenda kemasukan air. Akan tetapi, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta Amil Camp. Peserta yang terdiri dari seluruh wilayah di Indonesia ini saling berkenalan dan bertukar informasi maupun pengalaman antar sesama Amil LAZISMU terkait dengan perkembangan, kendala hingga program di daerah masing-masing. Bukan hanya sekedar berkenalan dengan seluruh peserta, peserta amil camp juga mendapatkan beberapa materi yang terkaitdengan Fiqih Zakat, Infaq, dan Shodaqoh hingga strategi fundraising di era millennial dan pelayanan prima.

Materi yang diberikan pada hari kedua. Pada materi pertama tentang pelayanan prima dan strategi fundraising peserta dibagi menjadi dua kelas tergantung peminatan peserta, tidak memaksa. Pada kelas Fundraising di era millenial, Panitia menghadirkan Nur Efendi dari RZ. Materi ini sangat menarik karena para amil dapat bertukar ilmu dengan RZ yang patut dicontoh ataupun dijadikan bahan rujukan untuk kemajuan LAZISMU di era saat ini dan di masa yang akan datang.

RZ sebagai lembaga penghimpun dana zakat menerapkan dan memanfaatkan teknologi serta menyambungkan antara filantropi millenial. Menurut Nur Efendi para millenials filantropi memiliki peran yang sangatbesar dalam kegiatan filantropi karena millenials filantropi merupakan investasi social yang memiliki dampak dan system serta investasi mengembangkan karakter dan kepemimpinan sehingga sebenarnya millenial bukanlah masalah atau pun ancaman akan tetapi justru menjadi tantangan serta potensi besar. Nur Efendi juga menambahi bahwa orang-orang millenial saat ini justru berpikir kontribusi apa yang mampu diberikan bukan hanya nominal serta mudah tersentuh dengan cerita-cerita yang menginspirasi.

Dua hal tersebut harus mampu terbaca oleh para amil sehingga dapat memberikan alasan kepada calon donator mengapa mereka harus berdonasi. Pertanyaan tersebut tentu saja mengarah pada strategi fundraising yang harus diterapkan oleh LAZISMU.

Bukan hanya materi yang mengenyangkan namun menarik, pemateri juga menawarkan solusi dan strategi untuk meroketkan fundraising LAZISMU. Pertama adalah transformation. Transformasi yang ditawarkan adalah dengan penguatan internal dan seberapa mampu merespon internal atau amil-amil di dalamnya. Bagaimana membuat amil merasa happy dan fleksibel tanpa harus berseragam yang seolah menunjukkan identitas.

Kedua adalah startup mode yaitu bagaimana amil lincah, fleksibel, dan inovatif dengan menerapkan digital transformative leadership.

Ketiga membentuk sebuah ekosistem yang dapat mengoptimalkan fisik atau dalam hal ini sumber daya yang ada, adanya people network, adanya channel yang saling terintegrasi, dan adanya teknologi (digitalnetwork). Keempat yaitu mengoptimalkan service / pelayanan.

Hal tersebut juga menjadi koreksi bagi LAZISMU baik di LAZISMU pusat maupun Kantor Layanan. Peserta berharap dengan adanya materi tersebut ke depan LAZISMUmampu mengakomodir dan membuat system yang terintegrasi dan dapat diakses
secara nasional.

Materi yang selanjutnya adalah materi mengenai bagaimana menyusun dan melaksanakan program pendayagunaan zakat yang disampaikan oleh Prof.Sigit. Pada materi ini peserta lebih disadarkan bagaimana menjadi amil yang mendayagunakan.Tugas seorang amil bukan hanya menghimpun dana zakat kemudian mendistribusikan kepada fakir miskin saja.

Lembaga penghimpun zakat semestinya tidak hanya memberi saja akan tetapi, harus mulai memikirkan dan melakukan pemberdayaan ekonomipada para mustahik agar mereka mampu mandiri secara ekonomi sehingga dapat mengentaskan kemiskinan secara perlahan. Karena Amil ZIS adalah bagaimana mensejahterakan masyarakat dan bagaimana meningkatkan keberdayaan umat terutama di ranah ekonomi. Pendapatan dan pendistribusian dibagi untuk mewujudkan dan mengentaskan warga miskin menjadi tidak miskin.Pemateri juga menegaskan tugas seorang Amil yaitu, mengidentifikasi fakir miskin di sekitarnya, membantu dengan berupa pemberian santunan, kemudian mengentaskannya.

Pada materi tersebut pemateri banyak membuka mindset dan cara berpikir para amil. Amil benar-benar ditekankan menjadi amil yang mampu memberdayakan umat. Pendistribusian zakat tidak sebatas memberi pada fakir miskin saja setelah itu tuntas tugasnya akan tetapi, bagaimana keberlanjutannya. Perubahan dapat berupa evolusi maupun revolusi. Perubahan untuk program pemberdayaan ini lebih bersifat evolusi yaitu perubahan yang sedikit, konstan, namun mengubah kepada hal yang lebih baik.

Sore harinya peserta diberikan hiburan outbond game kerja sama dan juga pelatihan memanah yang dibimbing oleh ARROMYU KOKAM DIY. Malam harinya peserta duduk melingkari api unggun yang telah disiapkan oleh panitia sembari berkenalan dengan panitia pusat dan pania lokal kegiatan tersebut sambil menikmati hidangan kambing guling dan beberapa makanan ringan. Beberapa peserta diminta untuk sharing bagaimana perkembangan LAZISMU di daerahnya masing-masing serta apa saja kendalanya.

Hari terakhir kegiatan panitia telah menyiapkan outbond yang disiapkan dan didampingi langsung oleh Semoet Training DIY langsung selama setengah hari mulai dari jalan-jalan kemudian membentuk formasi bertuliskan LAZISMU, senam bersama,
hingga mengikuti game-game yang semakin membuat peserta bersemangat dan kenal lebih dekat dan akrab. Serangkaian acara ZISKA Lifestyle Festival 2018 ditutup bersama di Sambi Resort oleh Bapak Hilman Latief selaku Dirut dan Ketua Badan Pengurus LAZISMU Pusat.

 

Oleh Debby Pratiwi, eksekutif Kantor Layanan Lazismu (KLL) Ngagel kota Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?